Kamis, 10 Mei 2012

Propolis dan Khasiatnya

Dari berbagai macam obat herbal, propolis adalah salah satu obat yang sebaiknya selalu tersedia di lemari obat anda. Batuk, pilek, dan radang tenggorokan adalah penyakit yang umum menyerang kita dikarenakan virus flu. Penelitian menunjukkan bahwa propolis adalah metoda pengobatan alternatif yang sangat baik digunakan untuk menjaga kesehatan agar tidak cepat terjangkit penyakit flu.


Apa itu Propolis

Apakah propolis itu dan apakah yang membuatnya istimewa dibandingkan dengan produk herbal lainnya? Propolis adalah zat yang dihasilkan oleh lebah madu, merupakan perpaduan pucuk daun muda dan lapisan luar kulit pohon dengan air liur lebah, yang kemudian digunakan oleh lebah untuk melindungi sarangnya dari serangan dari luar seperti cuaca dan mikroorganisma.


Kandungan Propolis

Secara umum propolis mengandung 50% resin, 30% lilin, 10% minyak , 5% pollen. Kandungan senyawa kimia dari propolis adalah sangat kompleks. Beberapa penelitian menyatakan bahwa propolis mengandung banyak jenis flavonoids yang berguna untuk tubuh manusia, seperti pinocembrin dan galangin, zat yang bersifat anti- bakteria dan jamur, acacetin, zat anti inflamasi, luteolin dan apigenin, zat yang dapat mencegah sariawan, dan lain sebagainya.

Cara Konsumsi
Propolis dapat dikenakan secara langsung sebagai obat luar ataupun dikonsumsi dengan cara dicampur dengan air putih terlebih dahulu.

Sebagai obat luar, propolis dapat dioleskan secara merata pada kulit yang sakit 1-2 kali sehari, seperti kutil, jerawat, kutu air, panu, dsb. Propolis akan membantu membersihkan kulit dari bakteri dan jamur serta mempercepat proses regenerasi kulit. Untuk kulit sensitif, propolis dapat dicampur dengan sedikit air (5 tetes dalam 10ml air) sebelum dioleskan ke kulit yang bermasalah.

Sebagai obat dalam, teteskan propolis sebanyak 3-5 tetes ke dalam 1 cangkir air sebanyak 1-3 kali sehari untuk orang sehat. Sedangkan untuk penyembuhan, teteskan propolis sebanyak 5-7 tetes ke dalam 1 cangkir air sebanyak 3 kali sehari.